Nur Atirah

Friday, 16 March 2012

kamu .. jika bisa aku bertanya .

dahulu ,, aku dan kamu tiada pernah mengenali . sama sekali tidak . tiada kamu dan tiada aku . hingga tika itu , kau dan aku bertemu . memandang kamu , tiada hentinye . kenapa kamu ? sungguh aku tidak tahu . tidak juga aku mengerti . hingga kamu dan aku saling kenal . tapi pandangan aku tiada beralih . dari saat itu , hingga jari ini menari menutur kata .


aku pilih untuk berkata pilu sebagai ganti puisi hati yang berkata sayu . yang menjadi mainan cinta di hati . sungguh sayu . tiada terucap pilu nya hati . jika kamu juga bisa merasa , alangkah bisa . tapi yang jelas , aku tidak terdaya mengungkapkan dengan suara ini .aku hanya bisa diam , bisu , menatap kamu dalam tidak sedar nya kamu . mungkin kamu sebenarnya sudah mengetahui ? tidak ku tahu .


bila jari mula menari , sudah pasti ada ertinya . merindukah aku ? merindukah kamu ? kamu merindu ? ya , sudah pasti aku merindumu . tidak mahu kau tahu . biarlah angin yang menyampaikan khabar rindu itu . sudah cukup dengan hanya menyapa telinga kamu . juga sudah memadai bagiku .


kamu .. jika bisa aku bertanya ..

adekah kamu juga rindu aku ? seperti aku . apekah ade terlintas nama aku di fikiran mu , walau untuk seketika ? aku masih bisa membayangkan manis senyuman bibirmu yang kamu ukirkan kepada mereka . insan-insan disekeliling kamu . kamu lupa ?

kamu .. jika bisa aku bermadah ..

cerita-cerita lama antara kita . yang lama dahulu . kau bermadah , aku mendengar . aku menutur kata , kau setia mendengar . kita sama-sama berpuisi mesra . menitip kata-kata indah . kata-kata peransang . agar kau dan aku terus kedepan . tiada putus asa .

kamu .. jika bisa aku bertanya lagi ?

bahagiakah kamu ? apekah senyuman itu terus lagi terukir indah ? sungguh aku sangat rindukan kamu . adekah kamu bisa merasainya ? tiada salah jika ingin kembali lagi . aku terima . usah dikenang dongeng lalu . buka lembaran baru . ayuhlah teman ku .

kamu .. andai bisa kamu mengerti ..

kenapa air mataku mengalir tika ku titipkan kata monolog dihati ? hanya dihati ini . kamu juga tidak mengetahuinya . sengsarakah aku tanpa kamu ? aku lemah . andai bisa kamu mengerti hati ini ...



Jari Menaip ,
Nur Atirah .

COPY RIGHT RESERVED 2013 . FULL EDITED BY NUR ATIRAH